Sabtu, 23 November 2013

Rabu, 13 November 2013

peringatan 1 muharram di asrama natuna pekanbaru


ceramah agama tentang 1 muharram

ceramah tentang 1 muharram


peserta serius mndengarkan ceramah si penceramah

pemberian cindramata pada penceramah

selesainya acara resmi 1 muharram

pembukan acara hiburan 1 muharram (muharram games)

kenyi nak masok kamera gokk

peserta games natuna pintar (juara 3)

peserta kedua natuna pintar (peserta terlucu)

perwakilan cwo dalam game natuna pintar (ndok pat juara)

juara k ndok ni ye lupak sayee

peserta terakhir natuna pintar (juara 1)

kenyi nak dopat juara tapi ndok dopat

penyerahan juara siarhil qur`an

penyerahan juara natuna pintar

penyerahan hadiah peserta beruntung dan peserta terheboh

Kamis, 31 Oktober 2013

STRUKTUR KEPENGURUSAN FKMBB PEKANBARU


STRUKTUR PENGURUS FKMBB

KETUA
SAID HAYUNNADI

WAKIL KETUA
HANAFIS

BENDAHARA
FITRI HAYATI

SEKRETARIS I
UMAR BAKI

SEKRETARIS II
RAHMADANI


pto poto

pelabuhan supermaket nato


pase magos




astaka 

puskesmas sedanau

kantor pos

propil sedanau

Sedanau, Natuna, Kepulauan Riau

Sedanau terkenal dengan tempat wisatanya yaitu Pase Maghos (Pasir Marus), namun bagi saya tak hanya itu tempat wisata di Sedanau, masih banyak tempat-tempat indah yang bisa dijadikan tempat wisata.
Sebuah tempat wisata dengan mendaki Gunung. Saya menyebut ini adalah suatu Wisata Alam, meski ini disebut oleh masyarakat setempat bukanlah suatu tempat wisata alam, tapi menurut saya ini bisa menjadi suatu tempat wisata alam.
Meskipun tempat ini tak seindah seperti Tangkuban Perahu dan Dago Pakar yang ada di Bandung, tempat ini menurut saya memiliki ciri khas tersendiri dengan hamparan lautan biru yang luas. Sedanau sebenarnya banyak gunung-gunung yang memberikan pesona alam yang indah jika kita rajin menelusurinya, mungkin anda orang yang hobi mendaki gunung (pecinta alam) ini dia gunung di Sedanau yang mempunyai keindahan alam yang eksotis yaitu Gunung Kute, Gunung Takong, Gunung Toknen, gunung Kurai, gunung Air Duyuk, gunung Pelawan, dan Gunung Sintu.
Kali ini saya akan mencoba mengajak anda menelusuri gunung yang disebut masyarakat setempat adalah Gunung Toknen. Untuk mencapai gunung ini kira-kira 3 km dari Desa Airbatu. Selama perjalanan anda akan menikmati suasana alam khas pegunungan yang masih alami atau menikmati pemandangan yang alami. Tempat ini tidak menawarkan apapun seperti tracking, outbound, dll, karena tampat ini belum tersentuh oleh modernisasi. Tak mudah memang untuk mencapai tempat ini karena kita harus melewati semak-semak belukar , tapi setelah sampai ke tempat ini, semua rasa lelah anda akan terobati dengan pemandangan yang indah dengan hamparan lautan biru yang menawan.
(sumber:putrabunguran)
http://id.geoview.info/pulau_sedanau,1628277

Selasa, 29 Oktober 2013

pembangunan di sedanau

Pembangunan Sedanau Natuna Belum Maksimal


RANAI (HK) - Pembangunan infrastruktur di pulau Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat selama ini belum maksimal sehingga harus di tingkatkan.
Sebab Sedanau memiliki potensi sebagai objek wisata kota di atas laut. Demikian disampaikan Ketua Komisi II DPRD Natuna, Abil Hanafi, ST saat ditemui di kantornya, Senin (7/10).

Dikatakannya, pada acara reses anggota DPRD ke Sedanau Kecamatan Bunguran Barat pekan lalu, selain meminta DPRD untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur dasar di daerah tersebut, masyarakat juga meminta pemerintah bisa mempromosikan objek wisata pantai Pasir Marus sebagai lokasi wisata unggulan.

Sebab kata Abil, jika sektor pariwisata di Sedanau maju, maka akan berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat. Selanjutnya pulau Sedanau akan menjadi daerah tujuan wisata seperti wisata bahari, maupun wisata kota di atas laut.

"Sedanau ini tampak indah dengan keberadaan kotanya yang ada di atas laut. Maka dari itu, masyarakat meminta pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan dapat lebih dimaksimalkan," ungkap Abil.

Terlepas dari sektor pariwisata dan pembangunan infrastruktur dasar, Abil mengatakan masyarakat juga berkeinginan agar Sedanau menjadi kota pendidikan. Artinya kualitas pendidikan di Sedanau harus mampu mencapai nilai terbaik dari sekolah lainnya yang ada di Natuna. Oleh karena itu, DPRD akan mengusulkan kepada pemerintah daerah agar sarana dan prasarana pendidikan di Sedanau di tingkatkan.

"Masyarakat ingin putra putri mereka mendapatkan fasilitas pendidikan yang memadai, hal itu untuk memacu semangat belajar mengajar siswa dalam meraih prestasi lebih baik. Salah satu prasarana yang diperlukan adalah penambahan komputer serta perlengkapan labor," jelas Abil

Sedangkan di sektor perikanan dan perkebunan kata Abil, masyarakat meminta kepada DPRD agar penyaluran bantuan perikanan yang selama ini dikucurkan pemerintah Kabupaten Natuna lebih tepat sasaran. Artinya penerima bantuan harus benar-benar masyarakat yang berhak. Dengan demikian tidak ada lagi kecemburuan sosial di lingkungan masyarakat.

"Untuk sektor perkebunan, masyarakat meminta agar pemerintah Kabupaten Natuna memberikan bantuan bibit cengkeh. Sebab tahun 80 an, Sedanau menjadi daerah penghasil cengkeh terbesar. Sedangkan saat ini, hasil panenan cenggkeh di Sedanau sangat sedikit menyusul banyaknya pohon cengkeh yang mati karena di makan usia," tukasnya.

Abil menambahkan, pada reses DPRD Natuna di Sedanau beberapa waktu lalu, ikut hadir Wakil Ketua DPRD Natuna, Daeng Amhar dan Ketua Komisi III DPRD Natuna, Mustamin Bakri, S.Sos, M.Si. Dimana acara reses di sejalankan dengan menghadiri acara penutupan turnamen sepak bola 17 Agustus.(leh
)

SEDANAU

Sedanau

Pantai Pasir Marus
Pantai Pasir Marus
Kecamatan Bunguran Barat ibukotanya adalah Sedanau, merupakan salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Natuna. Jika kita dari ibukota Kabupaten Natuna (Ranai) maka kita harus melewati dengan menggunakan transportasi darat terlebih dahulu dengan menggunakan mobil tumpangan menuju pelabuhan binjai dengan ongkos cukup Rp.20.000,-. Setibanya di pelabuhan binjai kita harus mencari tiket ferry terlebih dahulu dan melanjutkan perjalananan lewat laut dengan menghabiskan waktu lebih kurang 40 menit. . Untuk saat ini perjalanan ferry hanya 2 kali dalam 1 hari yakni pagi dan siang hari. Ongkos ferry dari binjai ke Sedanau sekitar Rp. 36.000,-
Dalam perjalanan ferry kita akan di suguhi pemandangan hutan bakau yang terhampar luas. Hutan-hutan bakau ini tumbuh secara alamai sejak dulu. Untuk di sedanau sendiri saya lihat ada proyek penanaman kembali hutan bakau (manggrove) untuk melindungi tanah dari abrasi laut.
Jika kita sampai di pelabuhan Sedanau kita akan melihat banyaknya kerambah ikan hidup, dimana para nelayan memelihara ikan sejenis ikan kerapu untuk di ekspor ke Hongkong. Rata -rata penduduk sedanau adalah bermata pencarian Nelayan selain itu berdagang dan berkebun. Dalam segi perekonomian Sedanau termasuk kecamatan yang paling berkembang di antara kecamatan lainnya di Kabupaten Natuna. Seiring perkembangan pertumbuhan ekonomi dan penduduk, Sedanau saat ini menghadapi krisis listrik dimana saat tulisan ini saya publishkan Sedanau masih menghadapi giliran mati lampu. Kondisi ini sangat mengganggu dimana pemadaman listrik ini bergantian setiap hari contohnya jika malam ini lampu hidup maka malam besok mati lagi dan ini berlangsung setiap hari.
Kondisi jalan yang ada di Sedanau tidak terlalu lebar dan panjang karena pulau ini memang kecil,di sini tidak akan kita temukan mobil yang bersileweran yang ada cuma kendaraan bermotor, kalau ada mobilpun bisa di hitung 3 jari :) itupun jarang keluar atau dipake jadi bebas macet, bebas polusi asap. Disaat senggang saya suka menghabiskan waktu di pantai pasir marus. Pantai ini tidak terlalu panjang namun cukup untuk melepas kejenuhan sambil menikmati udara pantai yang segar. Untuk menuju ke pantai Pasir Marus kita cukup menggunakan sepeda motor atau cukup jalan kaki sambil olahraga :lol: .