Selasa, 29 Oktober 2013

pembangunan di sedanau

Pembangunan Sedanau Natuna Belum Maksimal


RANAI (HK) - Pembangunan infrastruktur di pulau Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat selama ini belum maksimal sehingga harus di tingkatkan.
Sebab Sedanau memiliki potensi sebagai objek wisata kota di atas laut. Demikian disampaikan Ketua Komisi II DPRD Natuna, Abil Hanafi, ST saat ditemui di kantornya, Senin (7/10).

Dikatakannya, pada acara reses anggota DPRD ke Sedanau Kecamatan Bunguran Barat pekan lalu, selain meminta DPRD untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur dasar di daerah tersebut, masyarakat juga meminta pemerintah bisa mempromosikan objek wisata pantai Pasir Marus sebagai lokasi wisata unggulan.

Sebab kata Abil, jika sektor pariwisata di Sedanau maju, maka akan berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat. Selanjutnya pulau Sedanau akan menjadi daerah tujuan wisata seperti wisata bahari, maupun wisata kota di atas laut.

"Sedanau ini tampak indah dengan keberadaan kotanya yang ada di atas laut. Maka dari itu, masyarakat meminta pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan dapat lebih dimaksimalkan," ungkap Abil.

Terlepas dari sektor pariwisata dan pembangunan infrastruktur dasar, Abil mengatakan masyarakat juga berkeinginan agar Sedanau menjadi kota pendidikan. Artinya kualitas pendidikan di Sedanau harus mampu mencapai nilai terbaik dari sekolah lainnya yang ada di Natuna. Oleh karena itu, DPRD akan mengusulkan kepada pemerintah daerah agar sarana dan prasarana pendidikan di Sedanau di tingkatkan.

"Masyarakat ingin putra putri mereka mendapatkan fasilitas pendidikan yang memadai, hal itu untuk memacu semangat belajar mengajar siswa dalam meraih prestasi lebih baik. Salah satu prasarana yang diperlukan adalah penambahan komputer serta perlengkapan labor," jelas Abil

Sedangkan di sektor perikanan dan perkebunan kata Abil, masyarakat meminta kepada DPRD agar penyaluran bantuan perikanan yang selama ini dikucurkan pemerintah Kabupaten Natuna lebih tepat sasaran. Artinya penerima bantuan harus benar-benar masyarakat yang berhak. Dengan demikian tidak ada lagi kecemburuan sosial di lingkungan masyarakat.

"Untuk sektor perkebunan, masyarakat meminta agar pemerintah Kabupaten Natuna memberikan bantuan bibit cengkeh. Sebab tahun 80 an, Sedanau menjadi daerah penghasil cengkeh terbesar. Sedangkan saat ini, hasil panenan cenggkeh di Sedanau sangat sedikit menyusul banyaknya pohon cengkeh yang mati karena di makan usia," tukasnya.

Abil menambahkan, pada reses DPRD Natuna di Sedanau beberapa waktu lalu, ikut hadir Wakil Ketua DPRD Natuna, Daeng Amhar dan Ketua Komisi III DPRD Natuna, Mustamin Bakri, S.Sos, M.Si. Dimana acara reses di sejalankan dengan menghadiri acara penutupan turnamen sepak bola 17 Agustus.(leh
)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar